Jumat, 14 September 2018 - 12:19:51 WIB
Warga Batang Ajukan Suntik MatiKategori: Daerah - Dibaca: 86 kali


Baca Juga:

BATANG-Afandi, warga RT 5/RW 2 Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengajukan permohonan eutanasia atau suntik mati ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang. Lelaki berusia 48 tahun tersebut mengaku putus asa karena biaya pengobatan mahal dan penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Kondisi Afandi sudah tidak berdaya sejak 14 tahun lalu. Suami Salehati itu setiap hari hanya bisa terbaring di dalam kamarnya. Makan, minum, mandi, hingga buang air, Afandi harus dilayani sang istri dan dua anaknya.  

Keluarga sudah berkali-kali memeriksakan Afandi, baik ke dokter maupun pengobatan alternatif. Namun keluarga tidak mengetahui persis penyakit apa yang diderita Afandi. Keterangan dokter atau petugas kesehatan hanya menyatakan bahwa Afandi mengidap penyakit lambung dan mag. Anehnya, pengobatan yang selama ini dilakukan tidak kunjung memberikan hasil. Afandi tetap tergolek di kamarnya.

Beban Afandi semakin berat lantaran harta bendanya telah habis dijual untuk biaya pengobatannya. Harta tersisa hanya rumah yang ditinggali bersama istri dan dua anaknya.  

Fasilitas BPJS Kesehatan dari pemerintah juga pernah dimanfaatkan Afandi. Namun sekarang tidak bisa lagi karena telah melebih plafon anggaran yang ditetapkan. Perbedaan pelayanan yang diterima juga menjadi alasan Afandi enggan lagi berurusan dengan rumah sakit menggunakan BPJS.

“Saya sudah putus asa dengan penyakit yang dideritanya sejak tahun 2004. Saya memutuskan untuk mengakukan suntik mati (euthanasia),” kata Afandi, Jumat (14/9/2018).
 
Menurutnya, hingga kini belum ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang. Padahal bupati yang baru saat ini sedang menggalakkan program Kartu Batang Sehat (KBS). Mantan perajin tempe ini mengaku tidak tahu-menahu mengenai informasi program tersebut, apalagi didaftarkan menjadi peserta KBS.

Sementara itu, Salehati, istri Afandi mengaku dirinya tak bisa berbuat banyak. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, dia hanya mengandalkan bantuan dan belas kasihan saudara serta tetangga. “Saya berharap pemerintah bisa membantu biaya pengobatan dan meringankan beban hidup yang semakin berat. Apalagi masih ada tanggungan dua orang anak yang masih duduk di bangko sekolah,” tutur Salehati.

Menurutnya, permintaan suntik mati telah diajukan ke Kejari Batang dan Kejati Jawa Tengah pada 2017. Namun hingga kini belum ada jawaban. Sind


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195388)Tampil di Jakarta (26054)Menikah di Bali (25716)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20686)Messi Dirindukan Barcelona (19353)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15743)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15528)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13455)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (13078)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12491) INTERNASIONALJepang Yakinkan AS Tetap Beli Jet Tempur F-35TOKYO-Jatuhnya sebuah jet tempur siluman F-35A Jepang baru-baru ini tidak akan menghentikan rencana Tokyo ...


Fakta-fakta dan Kejanggalan dari Tragedi Bom Sri LankaSekutu Caracas Berencana Tolak Resolusi AS Soal VenezuelaTrump Buka Kemungkinan Pertemuan dengan Kim Jong-un Jilid IIIPresiden Ekuador Sebut Assange Peretas yang MalangJet Tempur Milik AS Ikut Latihan Perang dengan FilipinaJejak Kasus yang Membelit Pendiri WikiLeaks Julian AssangePerang Dagang hingga Brexit Bikin Ekonomi Global Lesu ke 3,3%
Laporan KhususRob Clinton Kardinal Sebut Masa Depan Indonesia di Tangan MilenialJAKARTA-Calon Anggota Legislatif Partai Golkar, Rob Clinton Kardinal mengumpulkan seluruh relawan ...


Jokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranSuku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih Alot