Senin, 10 September 2018 - 13:32:25 WIB
20.000 Orang Siap Hadiri Apel Akbar Santri Nusantara di SoloKategori: Daerah - Dibaca: 102 kali


Baca Juga:

SOLO-Sebanyak 20.000 santri bakal mengikuti Apel Akbar Santri Nusantara di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, 7 Oktober mendatang. Apel akbar santri dari Rabitah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) yang merupakan asosiasi pondok pesantren se-lndonesia, dijadwalkan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Umum PP RMINU, KH Abdul Ghofarrozin mengatakan, Apel Akbar Santri Nusantara sebagai upaya preventif terhadap gerakan kelompok keagamaan ekstremis. Sekaligus memperingati Hari Santri pada 22 Oktober 2018.

"Selama ini ada hubungan erat negara dan agama dalam lanskap sejarah Indonesia. Fakta masa lalu menunjukkan, agama berperan penting dalam pembangunan dan kesatuan nasional Indonesia. Baik sebelum kemerdekaan hingga penataan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara," kata Abdul Ghofarrozin di Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/9/2018) malam.

Pria yang akrab disapa Gus Rozin ini mencontohkan peran ulama dan santri Nusantara saat memproklamirkan Indonesia sebagai darussalam, hubbul wathon minal iman, hingga penerimaan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Namun hubungan negara dan agama yang harmonis dan selalu menopang kesatuan nasional, beberapa pekan belakangan mulai kabur akibat adanya gerakan-gerakan dan upaya yang membenturkan hubungan itu.

"Gerakan tersebut menganggap sistem kenegaraan Indonesia berjalan berlawanan dengan agama, sehingga dianggap membahayakan pluralitas, kebudayaan hingga ideologi negara," katanya.

Dengan kondisi ini, Apel Akbar Santri Nusantara dilaksanakan untuk meneguhkan kembali bahwa Indonesia sebagai negara kesatuan dengan Pancasila. "Tidak ada yang bisa menggantikan sistem dan dasar ideologi Indonesia. Pancasila dan perbedaan di Indonesia merupakan realitas yang harus dijadikan sebagai pelatuk kesatuan nasional," katanya.

Melalui acara itu, santri menunjukkan komitmen untuk tetap menjadi penjaga bangsa dan negara Indonesia dari upaya dan gerakan yang mengancam Negara Kesatuan Republika Indonesia (NKRI).

Selain Apel Akbar, dalam kegiatan itu juga akan digelar Pesantren Expo mulai 5-7 Oktober 2018 di Jalan Bhayangkara, Solo. Merujuk data Kementerian Agama (Kemenag), tercatat ada 29.000 pesantren di Indonesia. 23.000 pesantren di antaranya masuk dalam Asiosiasi Pesantren NU.

"Santri perlu ikut terlibat dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kemiskinan di Indonesia masih menjadi problem yang melebarkan jarak antara kelompok yang kaya dan miskin," kata Penanggungjawab Pesantren Expo Harianto Oghik. Pemerataan pembangunan dalam bidang ekonomi masih membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pesantren. Sind


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195388)Tampil di Jakarta (26054)Menikah di Bali (25716)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20686)Messi Dirindukan Barcelona (19353)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15743)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15528)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13455)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (13078)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12491) INTERNASIONALJepang Yakinkan AS Tetap Beli Jet Tempur F-35TOKYO-Jatuhnya sebuah jet tempur siluman F-35A Jepang baru-baru ini tidak akan menghentikan rencana Tokyo ...


Fakta-fakta dan Kejanggalan dari Tragedi Bom Sri LankaSekutu Caracas Berencana Tolak Resolusi AS Soal VenezuelaTrump Buka Kemungkinan Pertemuan dengan Kim Jong-un Jilid IIIPresiden Ekuador Sebut Assange Peretas yang MalangJet Tempur Milik AS Ikut Latihan Perang dengan FilipinaJejak Kasus yang Membelit Pendiri WikiLeaks Julian AssangePerang Dagang hingga Brexit Bikin Ekonomi Global Lesu ke 3,3%
Laporan KhususRob Clinton Kardinal Sebut Masa Depan Indonesia di Tangan MilenialJAKARTA-Calon Anggota Legislatif Partai Golkar, Rob Clinton Kardinal mengumpulkan seluruh relawan ...


Jokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranSuku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih Alot