Senin, 10 September 2018 - 13:19:37 WIB
Soal Politik Dua Kaki, Politikus Demokrat Tuding PAN dan PKSKategori: Polhukam - Dibaca: 110 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Sikap Partai Demokrat memberikan dispensasi kepada kader Partai Demokrat di Papua yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) memunculkan pendapat miring.

Melalui sikap tersebut, Demokrat disebut sedang memainkan politik dua kaki dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpes) 2019. Secara institusi mendukung Prabowo Subianto, namun di sisi lain membiarkan kadernya mendukung Jokowi.

Salah satunya kritik datang dari politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay yang menyesalkan sikap Demokrat. Saleh menilai semestinya Demokrat all out mendukung Prabowo-Sandiaga Uno.

Kritik Saleh dijawab Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Melalui akun Twitternya, Andi justru menuding PAN yang pernah bermain dua kaki, yakni mendukung Prabowo tapi pernah kadernya menjadi menteri Jokowi.

"Mungkin Pak Daulay dari PAN lebih pas bicara itu, artinya membicarakan diri sendiri ketimbang menganggap strategi Demokrat adalah dua kaki. Perlu dicatat, Demokrat butuh pertahankan kemenangan pileg di Papua," kata Andi melalui akun Twitternya, @AndiArief_, Senin (10/9/2018).

Dia mengakui sikap itu diambil partainya juga menyikapi momentum Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pilpres yang digelar berbarengan.

"Keduanya sama pentingnya, tidak ada yang lebih utama. Kalau Demokrat berstrategi menang pileg sekaligus menangkan Prabowo, itu kedaulatan partai kami," tandasnya.

Dia menegaskan, Demokrat akan meyakinkan Gerindra, PAN dan PKS bahwa daerah pertempuran utama perebutan suara di Pilpres berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

"Di sinilah jumlah pemilih besar. Namun kekuatan empat partai ini jomplang terutama PAN dan PKS. Di Sumatera, empat partai ini tidak jomplang,"

Andi pun mengungkapkan justru PAN dan PKS yang punya catatan pernah bermain politik dua kaki.

"PAN mengusung Prabowo Pilpres namun ikut menteri Jokowi. PKS ikut dalam Kabinet SBY namun di parlemen melawan. Demokrat tidak ada catatan, jangan khawatir," katanya. Sind


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195388)Tampil di Jakarta (26054)Menikah di Bali (25716)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20686)Messi Dirindukan Barcelona (19353)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15743)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15528)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13455)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (13078)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12491) INTERNASIONALJepang Yakinkan AS Tetap Beli Jet Tempur F-35TOKYO-Jatuhnya sebuah jet tempur siluman F-35A Jepang baru-baru ini tidak akan menghentikan rencana Tokyo ...


Fakta-fakta dan Kejanggalan dari Tragedi Bom Sri LankaSekutu Caracas Berencana Tolak Resolusi AS Soal VenezuelaTrump Buka Kemungkinan Pertemuan dengan Kim Jong-un Jilid IIIPresiden Ekuador Sebut Assange Peretas yang MalangJet Tempur Milik AS Ikut Latihan Perang dengan FilipinaJejak Kasus yang Membelit Pendiri WikiLeaks Julian AssangePerang Dagang hingga Brexit Bikin Ekonomi Global Lesu ke 3,3%
Laporan KhususRob Clinton Kardinal Sebut Masa Depan Indonesia di Tangan MilenialJAKARTA-Calon Anggota Legislatif Partai Golkar, Rob Clinton Kardinal mengumpulkan seluruh relawan ...


Jokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranSuku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih Alot