Kamis, 06 September 2018 - 11:54:55 WIB
Iran Ancam Tingkatkan Aktivitas NuklirnyaKategori: Internasional - Dibaca: 127 kali


Baca Juga:

TEHERAN-Iran akan kembali menjalankan program nuklirnya dan memperkaya uranium pada tingkat yang lebih tinggi daripada sebelumnya jika Rusia, China, dan kekuatan Eropa mengikuti langkah Amerika Serikat (AS) dan berhenti menghormati perjanjian nuklir 2015. Peringatan itu dikeluarkan Badan Nuklir Iran.

"Kami tidak akan kembali ke tingkat sebelumnya jika rekan kami meninggalkan (kesepakatan nuklir), tetapi malah akan mencapai tingkat yang lebih maju," kata jurubicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi.

"Kami berada pada status yang jauh lebih maju daripada ketika kami menandatangani kesepakatan. Negara ini bergerak maju dalam kegiatan nuklir pada kecepatan yang menguntungkan," imbuhnya seperti dikutip dari Radio Free Europe, Kamis (6/9/2018).

Para pemimpin Iran telah berulang kali mengatakan mereka akan melanjutkan pengayaan uranium tingkat tinggi jika kesepakatan nuklir - yang membatasi kegiatan nuklir Iran dengan imbalan keringanan sanksi - berantakan. Pengayaan tingkat tinggi diperlukan untuk menghasilkan uranium yang dapat digunakan dalam senjata nuklir.

Menyusul penarikan diri AS pada bulan Mei, pihak-pihak perjanjian lainnya - Inggris, Perancis, Jerman, Cina, Rusia, dan Uni Eropa - bersumpah untuk terus menghormatinya. Mereka berebut mencari cara untuk menjawab tuntutan Iran bahwa negara itu terus mengalami manfaat ekonomi dari perjanjian yang dijanjikan.

Namun Teheran telah menyatakan meningkatnya skeptisisme bahwa negara-negara tersebut akan dapat melawan efek negatif dari sanksi ekonomi AS yang baru, termasuk penurunan tajam mata uang Iran, yang sudah memukul ekonomi Iran.

Pekan lalu, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Iran harus siap untuk "menyisihkan" perjanjian jika tidak lagi dalam kepentingan nasional negara itu.

Pernyataan itu datang bahkan ketika Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa Iran terus mematuhi perjanjian itu, meskipun AS mulai mulai memberlakukan kembali sanksi bulan lalu.

Kesepakatan nuklir memungkinkan Iran untuk melanjutkan beberapa kegiatan pengayaan uranium tingkat rendah untuk tujuan sipil. Pernyataan terbaru agensi Iran yang sudah melampaui tingkat yang dicapai sebelum perjanjian 2015 kemungkinan akan memicu skeptisme tentang keefektifan perjanjian nuklir di Washington.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia memutuskan untuk menarik diri dari kesepakatan itu karena dianggap tidak cukup untuk mencegah Iran pada akhirnya mengembangkan kapasitas untuk memproduksi senjata nuklir.

Meskipun ketegangan meningkat antara Washington dan Teheran, Trump mengatakan dia masih terbuka untuk bernegosiasi dengan Iran mengenai kesepakatan nuklir baru. Tawaran ini telah dia buat beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir hanya untuk ditolak oleh Teheran.

Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa dia akan bersedia bertemu dengan mitranya dari Iran Hassan Rohani di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York akhir bulan ini. Sind


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195317)Tampil di Jakarta (26006)Menikah di Bali (25386)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20632)Messi Dirindukan Barcelona (19178)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15545)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15488)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13274)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (12805)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12464) INTERNASIONALRibuan Orang Bakal Hadiri Salat Jumat di Masjid ChristchurchWELLINGTON-Ribuan orang diperkirakan akan menghadiri salat Jumat di Masjid al-Noor, Christchurch, ketika ...


Raja Salman Luncurkan Proyek Hiburan Senilai Rp327,3 TriliunAI: Serangan Udara AS di Somalia Tewaskan Warga SipilMotif Teror Penembakan Utrecht Terungkap dalam Sebuah SuratErdogan Ancam Teroris Kushner Usulkan Yordania-Saudi Tukar GulingBelanda Kibarkan Bendera Setengah TiangPM Selandia Baru Bersumpah Tidak Akan Sebut Nama Teroris Christchurch
Laporan KhususJokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranJAKARTA-Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa dalam lima tahun ke depan ...


Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih AlotSegera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba