Jumat, 20 Juli 2018 - 16:34:36 WIB
Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 584 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Aneh tapi nyata. Inilah yang terjadi di Deputi II Inasgoc. Di mana pihak Deputi II memenangkan tender di bidang pengadaan Crowd Control Manegement oleh PT Garda Paksi Nusantara dengan menyingkirkan PT Rajwali Duta Pro. Yang membuat aneh, bahwa PT Garda Paksi Nusantara atau disingkat Gapara adalah perusahaan penyedia jasa pengamanan atau security.

Artinya, pengalaman Gapara hanya di bidang keamanan saja. Sementara PT Rajawali Duta Pro adalah perusahaan yang biasa menangani bidang crowd control dengan kualifikasi dengan pengalaman nasioanal dan internasional, salah satunya ketika sukses menggelar Java Jazz Internasional 2004-2018, Bon Jovi, Mariah Carey, Black Eyeed Peace, dan Iwal Fals.

Yang lebih mencengangkan, pihak Deputi II Inasgoc memenangkan pihak Gapara dengan nilai kontrak yang mahal dengan harga Rp 9.448.227.003, sementara pihak PT Rajawali Duta Pro yang memberikan penawaran jauh lebih murah yakni sebesar Rp 9.030.230.000. Itu berarti ada selisih Rp 412 juta.

Ketika hal ini dikonfirmasi dengan Deputi II Inasgoc Francis Wanandi yang bersangkutan sedang rapat. "Oh maaf, bapak sedang rapat. Nanti saya sampaikan kepada beliau, pak," ujar Sekretaris Francis Wanandi, Janet.

Saat wartawan meminta konfirmasi dengan Wakil Deputi II INasgoc Djaja Sukirman,  yang bersangkutan tidak bersedia menanggapi persoalan ini. "Oh mohon maaf, saya tidak berwenang menjelaskan masalah ini. Biar nanti Pak Francis yang menjelaskannya kepada bapak. Meskipun itu ada di bidang kami, tapi intinya semua harus melalui Pak Deputi," jelas Djaja Sukirman. Jok


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.