Sabtu, 14 Juli 2018 - 20:17:41 WIB
London Jadi Lautan ManusiaKategori: Internasional - Dibaca: 119 kali


Baca Juga:

LONDON-Puluhan ribu orang turun ke jalan-jalan di London pada hari Jumat yang membuat kawasan Ibu Kota Inggris itu seperti lautan manusia. Mereka menolak kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Massa yang melambai-lambaikan spanduk dan memukul panci di jalan-jalan menyerukan agar pemimpin Amerika itu diusir dari Inggris.

Kehadiran Trump di London merupakan kunjungan resmi pertamanya ke Inggris sejak dia berkuasa.

Lebih dari 64.000 orang telah terdaftar sebagai demonstran di London yang menolak kunjungan Trump. Demo penolakan Trump diperkirakan akan terjadi di kota-kota besar lain di seluruh negeri tersebut.

"Dump Trump," bunyi salah satu spanduk yang diusung para demonstran. "Jauhkan tangan Anda yang mungil dari hak-hak perempuan," bunyi spanduk lainnya. Selama demo berlangsung, massa meneriakkan; "Donald Trump harus pergi!".

Sebelumnya, para aktivis menerbangkan balon raksasa yang menggambarkan sosok Presiden Trump sebagai bayi yang mengenakan popok warna oranye yang menggeram. Balon bayi Trump diterbangkan di atas gedung parlemen.

"Saya ingin menjelaskan bahwa ketika Trump datang ke negara ini, kami tidak setuju dengan kebijakannya," kata Kimberley, 35, salah seorang aktivis yang ikut demo di pusat kota London. 

"Saya pikir penting baginya untuk melihatnya...itu akan menunjukkan pada orang-orang bahwa dia berprasangka terhadap kami," ujarnya, yang dikutip Reuters, Sabtu (14/7/2018).

Pemerintah Inggris menganggap hubungan dekatnya dengan Amerika Serikat sebagai hubungan khusus, di mana Perdana Menteri Theresa May yang berpacu menjalankan Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) telah menyambut Trump.

Trump, yang tiba di Inggris pada hari Kamis, mengatakan kepada surat kabar Sunbahwa protes yang direncanakan terhadapnya di London dan kota-kota Inggris lainnya membuatnya merasa tidak diinginkan sehingga dia menghindari Ibu Kota Inggris.

Dia menghindari demonstrasi pada hari Jumat dengan bertemu PM May dan Ratu Elizabeth II di luar London.

"Saya kira ketika mereka mengeluarkan balon udara untuk membuat saya merasa tidak diinginkan, tidak ada alasan bagi saya untuk pergi ke London," katanya.

"Saya dulu suka London sebagai kota. Saya belum ada di sana dalam waktu yang lama. Tetapi ketika mereka membuat Anda merasa tidak diinginkan, mengapa saya akan tinggal di sana?." Sind


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195325)Tampil di Jakarta (26010)Menikah di Bali (25430)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20636)Messi Dirindukan Barcelona (19186)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15555)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15492)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13294)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (12808)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12465) INTERNASIONALVenezuela Dijatuhi Sanksi Oleh ASWASHINGTON-Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada bank pembangunan nasional Venezuela dan empat ...


Dubes Suriah: Dataran Tinggi Golan Akan Tetap Jadi Wilayah SuriahKolombia Usulkan Pemberian Suaka Bagi Tentara Venezuela yang MembelotPutin: Su-57 Rusia Jet Tempur Terbaik di DuniaRusia: Rudal Baru Sarmat Mampu Merobek Setiap Pertahanan RudalKorut Menarik Diri dari Kantor Penghubung Antar KoreaTrump: Saatnya AS Akui Kedaulatan Israel atas GolanRibuan Orang Bakal Hadiri Salat Jumat di Masjid Christchurch
Laporan KhususJokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranJAKARTA-Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa dalam lima tahun ke depan ...


Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih AlotSegera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba