Senin, 09 Juli 2018 - 11:10:44 WIB
GM Timur Gareyev Tumbangkan 15 Pecatur Cilik IndonesiaKategori: Olahraga - Dibaca: 38 kali

Baca Juga:

JAKARTA-Akhirnya, 15 pecatur cilik Indonesia harus mengakui ketangguhan pemegang rekor dunia catur buta (blindfold) asal Amerika, GM Timur Gareyev, Minggu (8/7/2018) yang berakhir Minggu malam di Hours Cafe, Graha Kita Karya, Kelapa Gading, Jakarta. Dari 15 pecatur tersebut tidak ada yang berhasil menahan remis, bahkan meraih kemenangan.

“Percasi sengaja menggelar even ini untuk memotivasi para pecatur muda. Kemarin kita juga mempertemukan pecatur terbaik kita, GM Utut Adianto dengan GM Timur Gareyev. Hasilnya, meskipun Pak Utut tanpa persiapan sama sekali, dia menang 1,5 – 0,5 untuk pertarungan dua babak catur buta,” ujar Dewan Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya, Minggu, di sela-sela pertandingan kepada wartawan.

Dia juga berharap, Indonesia akan menghasilkan banyak pecatur muda berbakat yang nantinya bisa mengharumkan nama bangsa dan negara.

Sebelumnya, GM Timur Gareyev juga pernah melakukan pertandingan simultan catur buta menghadapi 10 pecatur cilik di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta.

Sementara itu Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem menjelaskan, dari 15 pecatur cilik yang ikut ambil bagian, empat peserta berasal dari Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) Kelapa Gading, 3 peserta dari SCUA Bekasi, 1 peserta dari SCUA Bintaro, 4 peserta dari Percaja, dan 3 peserta merupakan pecatur cilik yang pernah menjuarai turnamen di Jakarta.

“Dari ke-15 pecatur cilik yang bertanding, ada dua orang yang kualitasnya sangat baik, yakni Aditya Bagus Arfan (mantan SCUA Bekasi) dan Theodore Walukow (mantan SCUA Kelapa Gading). Kini mereka di bawah bendera Persatuan Catur Jakarta (Percaja),” jelas Kris.

“Khusus Aditya, dia sudah pernah melakukan pertarungan simultan. Dia menghadapi enam orang lawan dan menang semua. Karenanya untuk pertarungan kali ini, Aditya dan Theodora juga melawan dengan permainan catur buta juga,” lanjutnya.

Kristianus Liem juga melihat bakat besar yang dimiliki Aditya. Dia memprediksikan, tujuh tahun ke depan  bisa meraih gelar grand master.

“Aditya ini bisa menjadi penerus Pak Utut (GM Utut Adianto), rencananya pada November nanti, Percasi akan mengirim ke Kejuaraan Dunia Kadet di Spanyol.”

“Mengapa saya berani memprediksikan Aditya bakal sukses dalam tempo tujuh tahun? Selain bakatnya yang luar biasa, dia juga sudah mempunyai sponsor, sehingga tak perlu bingung kalau akan bertarung ke luar negeri. Selain Aditya Bagus Arfan, Indonesia juga memiliki talenta muda Samantha Edhitso yang baru saja sukses meraih juara dunia catur cepat dan kilat di Belarusia. Jok


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.