Senin, 02 Juli 2018 - 13:37:19 WIB
Walikota Filipina Ditembak Mati Kategori: Internasional - Dibaca: 127 kali


Baca Juga:

MANILA-Seorang wali kota di Filipina yang mengarak tersangka pengedar narkoba di jalan-jalan di kotanya ditembak mati pada Senin (2/7/2018). Sang wali kota ditembak orang tak dikenal saat menghadiri upacara pengibaran bendera.

Wali Kota Antonio Cando Halili dinyatakan tewas saat tiba di rumah sakit dengan kondisi peluru bersarang di dada. Saat diserang, dia dan para pegawai negeri sedang menyanyikan lagu kebangsaan di Tanauan, sebuah kota di Provinsi Batangas, barat daya Manila.

"Kami terkejut, kami sedih," kata Wakil Wali Kota Jhoanna Villamor kepada stasiun radio DZBB. Dia berdiri di samping Halili saat penembakan terjadi.

Serangan itu direkam seseorang menggunakan kamera smartphone. Rekaman video itu telah viral di media sosial.

Dalam video tersebut terdengar satu tembakan saat lagu kebangsaan dikumandangkan. Tak lama kemudian terdenger teriakan. Namun, keaslian video belum diverifikasi pihak berwenang Filipina.

Kepolisian Filipina sejauh ini telah membunuh lebih dari 4.200 tersangka pengedar narkoba dalam baku tembak perang anti-narkoba. Perang melawan para gembong narkoba ini dikobarkan Presiden Rodrigo Duterte dua tahun lalu, sebuah kampanye yang dikecam kelompok hak asasi manusia domestik dan internasional.

Halili pernah dilucuti dari mandat pengawasan terhadap polisi lokal pada Oktober 2017 karena menjamurnya obat-obatan terlarang di kotanya. Oleh polisi nasional, dia dituduh terlibat dalam peredaran narkoba, namun Halili membantah tuduhan itu.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada Agustus 2016, dia menegaskan dukungannya untuk perang anti-narkoba yang diluncurkan Presiden Duterte. 

Dia pernah menyatakan keprihatinan atas cara polisi melakukan perang terhadap narkoba dan keandalan intelijen mereka. Kritik itulah yang membuatnya dituduh berkolusi dengan geng narkotika.

"Tidak ada yang aman, wali kota, gubernur, anggota kongres. Hanya laporan intelijen palsu oleh polisi dapat berakhir dengan salah satu dari mereka dihancurkan," katanya dalam wawancara.

"Saya punya perasaan bahwa mereka (polisi) mengejar burung kecil untuk menakut-nakuti orang," katanya.

Polisi di provinsi Batangas sedang menyelidiki penembakan terhadap Halili. Seorang penyelidik mengatakan kepada sebuah stasiun radio bahwa senapan bertenaga tinggi digunakan dalam serangan. Sind


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195325)Tampil di Jakarta (26010)Menikah di Bali (25430)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20636)Messi Dirindukan Barcelona (19186)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15555)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15492)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13294)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (12808)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12465) INTERNASIONALVenezuela Dijatuhi Sanksi Oleh ASWASHINGTON-Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada bank pembangunan nasional Venezuela dan empat ...


Dubes Suriah: Dataran Tinggi Golan Akan Tetap Jadi Wilayah SuriahKolombia Usulkan Pemberian Suaka Bagi Tentara Venezuela yang MembelotPutin: Su-57 Rusia Jet Tempur Terbaik di DuniaRusia: Rudal Baru Sarmat Mampu Merobek Setiap Pertahanan RudalKorut Menarik Diri dari Kantor Penghubung Antar KoreaTrump: Saatnya AS Akui Kedaulatan Israel atas GolanRibuan Orang Bakal Hadiri Salat Jumat di Masjid Christchurch
Laporan KhususJokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranJAKARTA-Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa dalam lima tahun ke depan ...


Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih AlotSegera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba