Senin, 11 Juni 2018 - 16:04:08 WIB
Pertemukan Trump-Kim Jong-un, Singapura Nombok Rp208,9 MKategori: Internasional - Dibaca: 193 kali


Baca Juga:

SINGAPURA-Singapura yang jadi tuan rumah pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, "rugi" secara finansial. Sebab, negara tetangga Indonesia ini justru membiayai pertemuan tersebut sebesar SGD20 juta atau sekitar Rp208,9 miliar.

Rincian biaya itu diungkap Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. PM Lee mengatakan pembiayaan itu sebagai kontribusi Singapura untuk upaya internasionalnya dalam mewujudkan stabilitas kawasan.

"Itu adalah biaya yang kami bayarkan," katanya pada hari Minggu. Dia menambahkan bahwa biaya keamanan akan mencapai sekitar setengah dari angka itu.

Pertemuan bersejarah itu akan dimulai Selasa (12/6/2018) besok. Menurut PM Lee, pertemuan bersejarah itu berpotensi menghasilkan perkembangan baru terkait krisis di Semenanjung Korea.

"Dari sudut pandang kami, penting bahwa pertemuan itu berlangsung, dan pertemuan itu akan menetapkan perkembangan pada lintasan baru yang akan kondusif bagi keamanan dan stabilitas kawasan," kata Lee, yang dikutip The Straits Times.

PM Lee berbicara kepada media Singapura di sela-sela kunjungan ke pusat media internasional di F1 Pit Building. Dia sebelumnya mengunjungi pasukan Angkatan Bersenjata Singapura yang ditempatkan di Palawan Kidz City di Sentosa, dan pos komando Home Team.

Puncak pertemuan kedua pemimpin tersebut akan berlangsung di Capella Hotel di Pulau Sentosa.

Pemimpin Singapura ini membenarkan bahwa pertemuan Trump dan Kim Jong-un membutuhkan  "operasi" yang sangat besar, antara lain untuk menyambut para jurnalis dalam jumlah besar yang datang untuk meliput dan tingkat keamanan yang diperlukan.

"Para perwira telah melakukan pekerjaan yang baik dalam keadaan yang sangat tertekan," katanya. Menurutnya, keputusan Singapura jadi tuan rumah baru diterima dua minggu lalu dan pertemuan disepakati akan terus berjalan.

Tidak mudah untuk menemukan lokasi yang cocok menjadi tuan rumah pertemuan seperti itu. Menurut Lee, ada persyaratan secara politik dan diplomatik yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak.

"Karena itu, ketika kedua belah pihak meminta kami untuk menjadi tuan rumah pertemuan, kami tidak bisa mengatakan tidak," kata PM Lee. "Kami harus meningkatkan (layanan), kami bisa melakukan pekerjaan dengan baik."

Meski menanggung biaya, dia menegaskan bahwa pertemuan Trump dan Kim Jong-un menjadi nilai tambah bagi Singapura. Sind/Jay


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195329)Tampil di Jakarta (26013)Menikah di Bali (25441)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20639)Messi Dirindukan Barcelona (19188)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15572)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15496)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13298)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (12814)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12467) INTERNASIONALDua Pesawat Rusia Mendarat di VenezuelaCARACAS-Dua pesawat Angkatan Udara Rusia mendarat di bandara utama Venezuela dengan membawa seorang pejabat ...


Venezuela Dijatuhi Sanksi Oleh ASDubes Suriah: Dataran Tinggi Golan Akan Tetap Jadi Wilayah SuriahKolombia Usulkan Pemberian Suaka Bagi Tentara Venezuela yang MembelotPutin: Su-57 Rusia Jet Tempur Terbaik di DuniaRusia: Rudal Baru Sarmat Mampu Merobek Setiap Pertahanan RudalKorut Menarik Diri dari Kantor Penghubung Antar KoreaTrump: Saatnya AS Akui Kedaulatan Israel atas Golan
Laporan KhususJokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranJAKARTA-Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa dalam lima tahun ke depan ...


Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih AlotSegera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba