Kamis, 07 Juni 2018 - 20:47:08 WIB
Rupiah Masih Tak BerdayaKategori: Ekbis - Dibaca: 12 kali


Baca Juga:Pemborosan PGN dan PPA dalam Sorotan DahlanKisruh Arema Berimbas ke Gajayana Indonesia Borong Pesawat (Buatan Sendiri Kena Hujat) Munarman: Yang Benci FPI= Suka Maksiat dan Korupsi

JAKARTA-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore, Kamis (7/6/2018) ditutup masih tak berdaya untuk terus melanjutkan tren negatif. Kejatuhan rupiah yang semakin dalam mengiringi laju penguatan euro yang belum terbendung hingga menyentuh posisi terbaiknya dalam dua pekan. 

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi sore perdagangan berada pada level Rp13.863/USD atau menyusut saat berhadapan dengan mata uang Negeri Paman Sam dibanding penutupan sebelumnya Rp13.852/USD. Rupiah bergerak pada level Rp13.843-Rp13.880/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah bertengger ke level Rp13.875/USD atau semakin tak berdaya dari penutupan sebelumnya Rp13.854/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.860-Rp13.884/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada level Rp13.868/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah semakin membaik dibandingkan posisi penutupan kemarin  Rp13.875/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan penurunan di akhir sesi untuk kehilangan tipis ke level Rp13.875/USD dan menjadi sinyal negatif. Posisi tersebut tidak lebih baik dari kemarin Rp13.851/USD.

Seperti dilansir Reuters, euro rebound ke level tertinggi dua pekan seiring prediksi bahwa Bank Sentral Eropa bakal melakukan perlambatan program pembelian obligasi besar-besaran pada akhir tahun ini. Sentimen tersebut mendorong euro ke posisi tertinggi dua pekan 1,1828 terhadap USD atau meningkat setengah persen hari ini. 

Sementara indeks USD tergelincir 0,4% ke posisi terlemah sejak 22 Mei untuk membuat beberapa mata uang lainnya termasuk Poundsterling dan Yen Jepang kembali pulih setelah sempat mencetak kerugian versus greenback. Beberapa mata uang negara berkembang juga naik, meskipun lira Turki TRY turun menjelang keputusan suku bunga.

Dolar mencapai level tertinggi dua minggu dari peringkat 110,27 saat melawan Yen Jepang di akhir perdagangan AS pada hari Rabu, kemarin sebelum kembali naik di perdagangan Asia. Namun mata uang Amerika Serikat (USD) itu turun 0,2% menjadi 109,98 pada awal perdagangan Eropa. Sind/Bay


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.