Kamis, 03 Mei 2018 - 08:29:43 WIB
Senjata Nuklir Israel Ancaman TerbesarKategori: Internasional - Dibaca: 99 kali


Baca Juga:

WASHINGTON-Aksi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu membeberkan program bom atom Iran menuai kritik balik. Tel Aviv dinilai ironis, karena program senjata nuklir Israel yang dirahasiakan menjadi ancaman terbesar di Timur Tengah.

Kritik ini dilontarkan mantan penasihat hak asasi manusia (HAM) PBB dan analis Timur Tengah James A. Paul kepada Sputnik. Paul mengatakan kemarahan Netanyahu atas Iran itu ironis dan salah tempat.

"Untuk setiap pengamat yang berpengetahuan, sungguh ironis bahwa Israel, yang program senjata nuklir rahasianya sejauh ini adalah yang paling berbahaya di kawasan itu, mengeluh tentang dugaan senjata nuklir di negara tetangga," katanya.

Tidak seperti Iran, kata Paul, Israel memiliki gudang senjata nuklir besar yang didokumentasikan dengan baik yang siap digunakan.

"Israel sebenarnya memiliki senjata nuklir yang nyata dan siap tempur dan telah memilikinya untuk beberapa waktu. Apakah Washington mengeluh atau mengancam akan mengambil tindakan? Tentu saja tidak!," kritik Paul, yang dilansir Kamis (3/5/2018).

Bagi Paul, argumen Netanyahu maupun Presiden Donald Trump bertentangan dengan logika dan akal sehat.

"Kita hidup di dunia Alice-in-Wonderland di mana senjata nuklir negara-negara yang tidak bersahabat dianggap sebagai ancaman bagi perdamaian dunia dan senjata nuklir sekutu dipandang sebagai sesuatu yang masuk akal dan dipertahankan," ujarnya.

Netanyahu pada hari Senin membeberkan banyak dokumen yang diklaim sebagai arsip otentik tentang program senjata nuklir Iran. Dokumen itu diklaim diperoleh melalui kerja intelijen Israel yang hebat. New York Times mengutip pejabat Israel menyatakan, dokumen itu diambil mata-mata Mossad dari sebuah gudang rahasia di Iran pada tahun 2016.

Aksi Netanyahu membeberkan dokumen program pembuatan senjata nuklir Iran itu sengaja untuk untuk memberikan dukungan politik kepada Trump agar Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.

"Saya merasa sulit untuk memprediksi apa dampak yang ditimbulkan oleh konferensi pers Perdana Menteri Netanyahu mengenai masa depan kesepakatan nuklir Iran, meskipun presentasi dramatisnya mungkin akan memberikan sejumlah dampak tertentu bagi keputusan Presiden Trump yang diharapkan untuk menarik diri dari kesepakatan (nuklir Iran)," kata Paul.

Pernyataan Netanyahu, lanjut Paul, berpotensi menciptakan keraguan dalam pikiran publik tentang keandalan kesepakatan nuklir Iran sebagai instrumen perdamaian. Sind/Rio


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.