Senin, 12 Maret 2018 - 12:21:58 WIB
Rupiah Dibuka Merangkak NaikKategori: Ekbis - Dibaca: 60 kali


Baca Juga:Pemborosan PGN dan PPA dalam Sorotan DahlanKisruh Arema Berimbas ke Gajayana Indonesia Borong Pesawat (Buatan Sendiri Kena Hujat) Munarman: Yang Benci FPI= Suka Maksiat dan Korupsi

JAKARTA-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini di awal pekan, Senin (12/3/2018) dibuka merangkak naik tipis, untuk menjadi sinyal kebangkitan setelah sempat terbebani dalam beberapa hari terakhir. Penguatan mata uang Garuda terjadi saat USD bergerak cenderung stabil dipengaruhi data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS). 

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.768/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai membaik dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp13.794/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.773/USD atau berbalik menguat dari posisi perdagangan akhir pekan kemarin Rp13.797/USD. Pergerakan harian rupiah pada awal perdagangan ada di kisaran Rp13.750-Rp13.775/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada awal sesi bertengger pada posisi Rp13.775/USD atau mulai menguat sebesar 10 poin dari posisi penutupan sebelumnya Rp13.785/USD. Rupiah pada pagi hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.763-Rp13.777/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah di awal perdagangan hari ini meningkat ke level Rp13.767/USD atau sedikit membaik dari pergerakan sebelumnya di zona merah. 

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, dolar bertahan pada tren penguatan terhadap Yen Jepang, setelah pertumbuhan lapangan kerja AS yang lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Februari. Penguatan data tenaga kerja AS diimbangi oleh perlambatan kenaikan upah sehingga pasar mata uang tetap yakin bahwa Fed bakal menaikkan suku bunga acuan tiga kali tahun ini. 

Analis mengatakan data pekerjaan AS menghentikan sementara kekhawatiran pasar tentang kenaikan inflasi, yang membatasi dampak keseluruhan pada dolar. USD tercatat berdiri kokoh pada level 106,80 saat melawan Yen Jepang ketika naik 0,5% untuk menjauh dari posisi terendah 16 bulan. 

Dolar telah meningkat mencapai 1% terhadap yen pekan lalu, persentase kenaikan mingguan terbesarnya dalam lima minggu, karena risk appetite membaik seiringi harapan akan terobosan dalam kebuntuan mengenai program senjata nuklir Korea Utara. Greenback juga menguat terhadap yen pekan lalu karena kekhawatiran akan perang dagang global mulai surut.

Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif impor pada baja dan aluminium, meski sedikit melunak dengan mengumumkan pengecualian untuk Kanada dan Meksiko. Sementara euro bertahan pada area stabil di level 1,2309 terhadap USD, untuk tetap di bawah level tertinggi tiga pekan pada posisi 1,2447, Rabu lalu. Sind/Sin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.