Selasa, 13 Februari 2018 - 12:02:37 WIB
Empat Atlet Mundur, Pelatnas Forki Jalan Terus Kategori: Olahraga - Dibaca: 6 kali


Baca Juga:Pemborosan PGN dan PPA dalam Sorotan DahlanKisruh Arema Berimbas ke Gajayana Indonesia Borong Pesawat (Buatan Sendiri Kena Hujat) Munarman: Yang Benci FPI= Suka Maksiat dan Korupsi

JAKARTA  -  Empat atlet pelatnas Asian Games 2018, Sisilia Agustiani Ora, Srunita Sari Sukatendel, Cokorda Istri Agung Sanityarani, dan Ahmad Zigi Zaresta Yudha serta empat pelatih menyatakan mundur dari Pelatnas. Alasan kemunduran mereka karena merasa tidak nyaman dengan pelatih Pelatnas Syamsudin.

Menyikapi hal ini, Sekjen PB Forki Lumba Sianipar SIP Msc mengatakan, tidak ada masalah empat atlet dan empat pelatih itu mundur. Justru sekarang atlet yang ada di Pelatnas adalah atlet-atlet terbaik yang diharapkan dapat menyumbang medali di Asian Games XVIII/2018 Agustus mendatang.

“Kondisi di Pelatnas Karate pada umumnya berjalan lancar. Atlet sangat bersemangat karena mereka merasa baru kali ini mereka diberikan berkompetisi secara sehat. Saya menilai tim ini yang bisa akan menyumbang yang terbaik untuk negara republik Indonesia,” kata Lumban kepada wartawan di ruang PB Forki lantai 8 KONI Pusat Jakarta, Senin 12/2/2018).

Lumban menegaskan, baik atlet maupun pelatih yang mundur itu adalah atas kemauan sendiri. Bahkan tim manajer karate Asian Games Prof Frans Nurseto setelah melayangkan surat pengunduran diri, tiga jam kemudian menelepon Sekjen PB Forki agar namanya dimasukkan kembali.

Tentu saja tidak mudah bagi Lumban untuk menerima. Pasalnya, laporan pengunduran dirinya sudah masuk ke Ketua Umum PB Forki Gatot Nurmantio, dan hingga kini berlum ada respons. “Memang semudah itu keluar masuk jadi pelatih karate,” kata Lumban.

Kendati mundurnya empat atlet karate tersebut bersama empat pelatih pelatnas, Lumban sangat menyayangkan sikap keempat atlet dan pelatih tersebut. Apalagi mereka melapor kepada Menpora tanpa sepengetahuan PB Forki.

Alasan kemundurannya, pertama mereka tidak mau dilatih oleh pelatih yang ditunjuk oleh PB Forki. Kedua mereka mengaku lebih nyaman jika dilatih oleh pelatih Pelatnas yang lama, ketiga mereka keberatan jika ada seleksi kembali selama ada di pelatnas, dan keempat mereka menginginkan Pelatnas dilakukan di Belleza, tempat Pelatnas sebelumnya, bukan di Ciloto seperti Pelatnas yang berjalan sekarang ini. Jok


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.