Kamis, 28 Desember 2017 - 09:51:03 WIB
Program Beasiswa S2 Tetap Digulirkan Kemenpora pada 2018Kategori: Laporan Khusus - Dibaca: 35 kali


Baca Juga:Pemborosan PGN dan PPA dalam Sorotan DahlanKisruh Arema Berimbas ke Gajayana Indonesia Borong Pesawat (Buatan Sendiri Kena Hujat) Munarman: Yang Benci FPI= Suka Maksiat dan Korupsi

JAKARTA -Salah satu program unggulan Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 2018 adalah pemberian beasiswa S2 kepada para pemuda yang memiliki prestasi dan reputasi terutama di bidang organisasi kepemudaan, tetap digulirkan pada 2018.

Pada 2017, misalnya Kemenpora memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari Angkatan IX dan Angkatan X. Ada 27 penerima beasiswa yang berasal dari Universitas Indonesia datang menerima langsung ijazah.  Beasiswa Kemenpora ini diberikan untuk Program Studi Ketahanan Nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Asisten Deputi Tenaga dan Sumber Daya Pemuda Kemenpora Djunaedi Saidi kepada investigasibrief.com di ruangannya, Rabu (27/12/2017). Jadi, kata Djunaedi untuk tahun depan program beasiswa S2 tetap diberikan kepada para pemuda yang memiliki prestasi secara akademik, pemuda yang berprestasi dalam kepengurusan organisasi kepemudaan, dan pernah mendapat penghargaan dalam bidang iptek, imtaq, seni budaya, dan olahraga.

"Untuk tahun depan atau tahun 2018, Kemenpora tetap menjalankan program unggulan, salah satunya pemberian beasiswa S2 kepada pemuda yang berprestasi. Untuk itu, kita telah bekerja sama dengan PTN seperti Universitas Indonesia,  Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Jakarta, UIN Syah Sunan Ampel, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin Makassar, dan Universitas Mulawarman. Setiap program studi yang kita tawarkan berbeda-beda," kata Djunaedi.

Dan yang pasti penerima beasiswa tersebut benar-benar fair. Sebab, kata Djunaedi perekrutannya dipublish atau share melalui media online kemenpora. "Jadi, pemuda yang menerima beasiswa benar-benar pemuda yang berkualitas, bukan asal pilih," kata Djunaedi.

Ia menambahkan, satu kelas atau kampus tersebut terdapat 30 mahasiswa penerima beasiswa. Mereka harus mengikuti seleksi dan persyaratan akademik lainnya. "Seperti, misalnya toefl, atau TPA dan lain-lainnya digabung. Usia mereka rata-rata berkisar 18-28 tahun. Artinya, ketika selesai dengan menempuh kuliah dua tahun usianya mereka 30 tahun dan masih masuk kategori pemuda atau usia cemerlang dalam menempuh karir," tegasnya.  

Djunaedi menegaskan, bahwa program unggulan ini sudah dilaksanakan Kemenpora sejak 20016. "Kelebihan lain yang kita tawarkan adalah, di mana calon lulusan S2, wajib melakukan tesis di bidang kepemudaan dan olahraga. Misalnya, menyangkut program pembinaan olahraga dan pemuda mandiri atau yang lainnya," tukas pria lulusan S2 Universitas Negeri Jakarta ini.

"Kami berharap kepada para penerima beasiswa yang telah lulus, untuk memiliki daya saing yang tinggi. Sebab, persaingan di era global seperti sekarang, membutuhkan kerja keras untuk tetap bisa eksis. Apalagi, sekarang eranya media sosial, jadi semua harus bisa menjual diri secara positif. Tunjukkanlah kompetensi dan tawarkan kemampuan yang dimiliki," tambah pria yang kini telah melanjutkan S3 ini. Jok

 


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.