Rabu, 13 September 2017 - 09:55:19 WIB
Rupiah Dibuka Melempem Lawan DolarKategori: Ekbis - Dibaca: 170 kali


Baca Juga:Pemborosan PGN dan PPA dalam Sorotan DahlanKisruh Arema Berimbas ke Gajayana Indonesia Borong Pesawat (Buatan Sendiri Kena Hujat) Munarman: Yang Benci FPI= Suka Maksiat dan Korupsi

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan hari ini melemah alias tidak mampu menahan gempuran USD, setelah kemarin mampu menuat tajam. Kondisi rupiah pagi ini terjadi saat euro dan yen kalah melawan USD.

Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka di level Rp13.186/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah melemah cukup dalam dari posisi sebelumnya di level Rp13.154/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pagi ini dibuka pada level Rp13.193/USD atau tidak lebih baik dari penutupan kemarin di posisi Rp13.156/USD. Namun, pada pukul 10.10 WIB bergerak ke level Rp13.188/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran harian Rp13.176-Rp13.196/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka pada level Rp13.158/USD atau melemah dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.147/USD. pada pukul 10.06 WIB rupiah bergerak semakin melemah ke level Rp13.193/USD dengan kisaran level Rp13.156-Rp13.193/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, pada perdagangan hari ini, rupiah berada pada level Rp13.187/USD. Kondisi ini tercatat lesu dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.185/USD.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (12/9/2017), USD bertahan pada kenaikan besar hari ini menyusul kenaikan tajam terhadap yen dan euro, meningkatkan sentimen risiko investor karena kekhawatiran atas Korea Utara dan Badai Irma mulai surut.

USD terhadap ten stabil di level 109,345 setelah naik 1,4% semalam, kenaikan satu hari terbesar sejak pertengahan Januari. Ini merosot ke level terendah 10 bulan di posisi 107.320 pada Jumat kemarin, ketika Badai Irma mengancam Florida dan karena pasar keuangan dalam menghadapi berdirinya Korea Utara pada 9 September.

Namun, Pyongyang menandai ulang tahun tanpa uji coba rudal atau nuklir lebih lanjut dan Badai Irma saat memasuki daerah berpenduduk padat di Florida akhir pekan lalu, kehilangan kekuatan dan diturunkan ke badai tropis.

Euro terhadap USD sedikit berubah pada level 1,1962 setelah turun 0,7% semalam. Mata uang umum telah mencapai level 1,2092 terhadap USD, tertinggi sejak Januari 2015 pada Jumat ketika USD mengalami retret yang luas.

Swiss franc, yang sering dicari pada saat risk aversion global bersama dengan yen, berada di level rata-rata 0,9558 per USD. Franc telah naik ke level tertinggi dalam dua tahun di posisi 0.9421 pada Jumat kemarin.

Sementara, poundsterling secara efektif mendatar terhadap USD di level 1,3172 setelah kemarin kehilangan kekuatan sebesar 0,25%. Pounds bernasib lebih baik terhadap euro, dibantu oleh spekulasi bahwa Bank of England mungkin terdengar lebih hawkish pada tingkat suku bunga dalam mempertahankan mata uang pada pertemuan kebijakan pada Kamis.

Pound mendekati level tertinggi dalam satu bulan 90,75 pence per euro semalam. Sedangkan dolar Australia terhadap USD turun 0,05% ke level 0,8022, memperpanjang kemerosotan dari puncaknya dua tahun di level 0,8125. Sind/Sam


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.